PENDIDIKAN KELUARGA

Spread the love

Oleh : Asmardi Misbah al-M almalayi, S.Ag, M.Si, P.hD

A. Pengertian Pendidikan Keluarga

Asmardi Misbah

Kata pendidikan  menurut  etimologi  berasal  dari  kata  dasar “didik”. Dengan  memberi awalan ”pe” dan akhiran “kan”, maka mengandung arti “perbuatan” (hal, cara, dan sebagainya). Istilah pendidikan ini semula berasal dari   bahasa   Yunani,   yaitu “paedagogie”,   yang   berarti   bimbingan   yang diberikan  kepada  anak.  Istilah  ini  kemudian  diterjemahkan  ke  dalam  bahasa Inggris dengan “education” yang berarti pengembangan atau bimbingan. Makna  pendidikan  dapat  dilihat  dalam  pengertian  secara  khusus  dan pengertian secara luas. Dalam arti khusus, pendidikan adalah bimbingan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya. Selanjutnya  para  pakar ilmu pengetahuan mengemukakan beberapa definisi pendidikan sebagai berikut:

  1. Menurut Hoogeveld yang dikutip oleh Abu  Ahmadi  dan  Nur Ubhiyati, mendidik adalah  membantu  anak  supaya  anak  itu  kelak cakap menyelesaikan  tugas hidupnya atas tanggung jawab sendiri.
  2. Menurut S. Brojonegoro yang dikutip oleh Abu Ahmadi  dan  Nur Ubhiyati, mendidik berarti memberi tuntutan kepada manusia yang belum  dewasa  dalam  pertumbuhan  dan  perkembangan,  sampai tercapainya kedewasaan dalam arti rohani dan jasmani.
  3. Jadi, pendidikan dalam arti khusus hanya dibatasi sebagai usaha orang dewasa dalam membimbing   anak   yang   belum   dewasa   untuk   mencapai kedewasaanya.  Setelah  anak  menjadi  dewasa  dengan  segala  cirinya,  maka pendidikan     dianggap     selesai.     Pendidikan     dalam     arti     khusus     ini menggambarkan upaya pendidikan  yang terpusat dalam  lingkungan keluarga.

Hal tersebut lebih jelas dikemukakan oleh Drijarkara, bahwa:

1.Pendidikan adalah  hidup bersama dalam kesatuan tritunggal ayah-ibu-anak, di mana terjadi permanusiaan anak. Dia berproses untuk memanusiakan sendiri sebagai manusia purnawan.

2.Pendidikan adalah hidup bersama dalam kesatuan tritunggal, ayah-ibu-anak, di mana terjadi pembudayaan anak. Dia berproses untuk akhirnya bisa membudaya sendiri sebagai manusia purnawan.

  1. Pendidikan adalah hidup bersama dalam kesatuan tritunggal, ayah-ibu-anak, di mana terjadi pelaksanaan nilai-nilai, dengan mana dia berproses untuk akhirnya   bisa   melaksanakan   sendiri   sebagai manusia purnawan.

Menurut Drijarkara,  pendidikan  secara  prinsip  adalah  berlangsung dalam lingkungan keluarga. Pendidikan merupakan tanggung jawab orang tua, yaitu ayah dan ibu yang merupakan figur sentral dalam pendidikan. Ayah dan ibu bertanggung jawab untuk membantu memanusiakan, membudayakan, dan menanamkan nilai-nilai terhadap anak-anaknya. Bimbingan dan bantuan ayah dan  ibu  tersebut  akan  berakhir  apabila  sang  anak  menjadi  dewasa,  menjadi manusia sempurna atau manusia purnawan.

Sedangkan  pendidikan  dalam  arti  luas  merupakan  usaha  manusia untuk meningkatkan  kesejahteraan  hidupnya,  yang  berlangsung  sepanjang hayat. Henderson mengemukakan  bahwa pendidikan  merupakan  suatu proses pertumbuhan  dan  perkembangan,  sebagai  hasil  interaksi  individu  dengan lingkungan  sosial  dan  lingkungan  fisik,  berlangsung  sepanjang  hayat  sejak manusia  lahir. Warisan sosial  merupakan  bagian  dari  lingkungan  masyarakat, merupakan alat bagi manusia untuk pengembangan manusia yang terbaik dan inteligen, untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Adapun  istilah pendidikan  dalam  konteks  Islam  telah  banyak  dikenal dengan  menggunakan term  yang  beragam,  seperti at-Tarbiyah, at-Ta’lim dan at-Ta’dib.  Setiap  term  tersebut  mempunyai  makna  dan  pemahaman  yang berbeda,  walaupun  dalam  hal-hal  tertentu,  kata-kata  tersebut  mempunyai kesamaan     pengertian.

Pemakaian     ketiga     istilah     tersebut,     apalagi pengakajiannya  dirujuk  berdasarkan  sumber  pokok  ajaran  Islam  (al-Qur‟an dan  al-Sunnah).  Selain  akan  memberikan  pemahaman  yang  luas  tentang pengertian pendidikan Islam secara substansial, pengkajian  melalui  al-Qur‟an.dan   al-Sunnah   pun   akan   memberi   makna filosofis tentang   bagaimana sebenarnya hakikat dari pendidikan Islam tersebut. Dalam al-Qur‟an  Allah SWT  memberikan  sedikit  gambaran  bahwa at-Tarbiyah mempunyai    arti    mengasuh,    menanggung,    memberi    makan, mengembangkan,  memelihara,  membuat,  membesarkan  dan  menjinakkan. Hanya  saja  dalam  konteks alIsra’makna atTarbiyahsedikit  lebih  luas mencakup aspek jasmani dan rohani, sedangkan dalam surat asySyura hanya menyangkut aspek jasmani saja. Dari  pengertian-pengertian  pendidikan  di  atas  ada  beberapa  prinsip dasar tentang pendidikan yang akan dilaksanakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *