Indonesian Arabic Chinese (Simplified) Danish Dutch English French German Greek Hindi Italian Japanese Korean Portuguese Russian Spanish

Cari Arsip Berita

Articles

Ujian Nasional yang akan dilaksanakan tahun ini tetap menjadi penentu kelulusan bagi peserta pendidikan non formal atau pendidikan kesetaraan. Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) tersebut akan dilaksanakan dengan dua metode, yaitu berbasis komputer dan berbasis kertas.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Harris Iskandar mengatakan, peran UN bagi peserta pendidikan kesetaraan sangat penting, karena menentukan kelulusan. Kebijakan bahwa UN tidak menjadi penentu kelulusan hanya berlaku bagi peserta pendidikan formal.

Harris menyebutkan, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan pemerintah untuk melakukan penilaian bagi pendidikan kesetaraan. Hingga saat ini, ujian yang digunakan untuk melakukan penilaian tersebut adalah Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno menambahkan, pelaksanaan UN Pendidikan Kesetaraan tahun 2017 akan dibagi menjadi dua gelombang untuk mengoptimalkan penerapan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

“Gelombang pertama (UNPK) mulai 15 April nanti, selama dua minggu, pada hari Sabtu dan Minggu. Kemudian gelombang kedua, yaitu Oktober,  diperuntukkan bagi yang belum berkesempatan di gelombang pertama. Harapannya, gelombang kedua itu bisa UNBK seluruhnya,” ujarnya.

Sementara itu, dalam Rakor UN Pendidikan Kesetaraan yang digelar Senin lalu (20/3), tercatat dari total 7,73 juta peserta UN pada tahun 2017, terdapat sekitar 385-ribu peserta UNPK yang terdiri dari 135-ribu peserta didik paket B, dan 250-ribu peserta didik Paket C.

Edupost.id – (Kemendikbud/IK-SS)